Muba Ramadhan 2022

Harga Terjun Bebas, Petani Porang Terpuruk

168

MUBA, Liputansumatera.com- Setelah para petani sawit mengeluh akibat anjloknya harga sawit beberapa bulan terakhir, kini petani porang dihadapi permasalahan yang sama.

Prayitno​ selaku petani porang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengatakan, harga porang di jawa Timur yang merupakan sentra porang di tanah air, beberapa bulan yang lalu di patok Rp. 17.000 per kilogram​, saat ini anjlok dikisaran harga Rp 3.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani merugi dan siap-siap gulung tikar.

“Harapan kami, ada patokan harga porang, baik bibit hingga panen. Rugi besar, terutama bagi petani pemula. Sebab, harga bibit saat beli mahal, sedangkan kini pas panen anjlok,” ujarnya (19/5/2022).

Petani sawit asal desa​ Suka Damai Baru exstrans B5 Kecamatan Sungai Lilin ini mengaku kaget dan tertunduk lesu melihat porang hasil panennya menupuk sebanyak 8 tons tanpa tahu akan di kemanakan.

Prayitno mengaku kaget dengan anjloknya harga panen komoditas ekspor andalan tersebut hingga sampai 65 persen dari harga sebelumnya. Atas anjloknya harga porang, dirinya memilih menyimpan panen porangnya di tempat yang aman​.

“Semoga pemerintah bisa mencari solusi untuk patokan harga porang,” tambahnya.

Senada dikatakan petani porang lainnya, April Gunawan yang juga koordinator porang Sumsel mengungkapkan hal yang sama. Untuk menyiasati panen porang yang​ sudah di panen, petani menumpuk porang untuk sementara ditolak oleh pabrik.

April menjelaskan, untuk membuat chips porang tanaman, umbi porang setelah panen di iris tipis-tipis ukuran sekitar 1 sentimeter dengan alat khusus. Setelah itu, irisan porang tersebut dijemur selama beberapa hari hingga kering guna menghilangkan kadar air.

Setelah kering sempurna, chips porang di karungi siap dijual kepengepul untuk disetorkan ke pabrik dan diolah menjadi tepung porang. (Soe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.