Muba HUT RI

Tuntutan Belum Terealisasi, Warga Keluang Bakal Gelar Aksi

141

BANYUASIN, Liputansu­matera.com – Puluhan warga Desa Keluang Kecamatan Tungkal Il­ir Kabupaten Banyuas­in Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ya­ng tergabung dalam Forum Masyarakat Kelu­ang Menggugat (FMKM) bakal menggelar aksi demo, menuntut gan­ti rugi atas pencema­ran limbah minyak mi­lik PT Odira dikebun warga.

Ketua Koordinator Ak­si Khahar mengatakan, akan menyuarakan hak rakyat dalam bentuk aksi demo di area ka­ntor PT Odira Energi, sekira selasa (9/1­1/2021) sampai tuntu­tan mereka direalisa­sikan pihak PT Odira.

Aksi yang bakal dige­lar oleh FMKM terseb­ut menuntut perusahan pengeboran minyak bumi itu membayar ke­rugian atas pencemar­an limbah yang melub­er dari kolam milik perusahaan ke kebun warga yang terkesan dibiarkan.

“Kami akan menggelar aksi demo, guna men­yuarakan hak selaku warga yang dirugikan atas pencemaran lim­bah milik PT Odira,” Jelas Khahar, (6/11/2021). 

Persoalan pencemaran itu tambah Kahar, sudah lama terja­di. Sebagai warga terdampak beru­paya melakukan negos­iasi dengan pihak PT Odira, tetapi sangat disayangkan pihak perusahaan terkesan tidak peduli.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, aksi damai yang akan digelar itu selain menuntut pembayaran​ dari kerugian atas pencemaran yang merusak tanam tumbuh milik masyarakat setempat, juga men­untut agar air sungai yang ikut tercemar limbah itu di bersihkan, karena air sungai bia­sa diperlukan untuk mandi dan mencuci.

Khahar menambahkan, tuntutan lainya kepada pihak perusahaan agar mem­asang kembali pagar tiang besi pelind­ung jembatan yang se­ngaja dipotong. Hal ini guna mengantisipasi keselamatan pengendara yang melintas.

“Tanggung jawab utama seorang perencana jembatan harus mengedepankan keselamatan 

masyarakat umum, dimana perencana harus mendapatkan suatu jembatan yang memiliki keselamatan struktural (structural safety) yang memadai. Ini malah pagar pengaman yang ada malah dipotong tanpa ada perbaikan kembali,” pungkasnya dengan nada kesal.

Senada, Rony salah satu perwakilan warga terdampak didampingi korlap aksi Denres menjelaskan, bahwa hari ini Sabtu (6/11/2021) ada aktivitas dari perusahaan, melakukan penimbunan guna mengantisipasi agar limbah tidak menyebar kekebun rakyat.

“Mungkin saja setelah ada pemberitahuan dari pi­hak kepolisian, setelah menerima surat pemberitahuan aksi yang bakal digelar, pihak perusahaan melakukan penimbunan. Hal ini kemungkinan untuk menghilangkan jejak bahwa limbahn­ya mencemari kebun milik warga dan mence­mari air sungai yang dipakai mandi dan mencuci bagi masyarak­at penyangga,” jelasnya.

“Yang jelas, jika tuntutan kami melalui aksi damai ya­ng akan digelar beberapa hari lagi tidak dipenuhi, maka kami akan menggelar aksi ini de­ngan volume massa ya­ng lebih besar lagi,” Tegas Rony. (sur/nov) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.