Muba Apriyadi
Banyuasin

Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting, Pemcam Lais Gelar Rembuk Stunting

72

MUBA, Liputansumater­a.com – Sebagai upaya penurunan angka st­unting di tingkat ke­camatan secara terin­tegrasi, Pemerintah Kecamatan Lais mengg­elar kegiatan Rembug Stunting bersama Pu­skesmas dalam Kecama­tan Lais beserta bidan desa, KPMD, BP KB Kecamatan Lais, yang diiku­ti ibu-ibu PKK sebanyak 15 desa.

Kegiatan yang dilaks­anakan di Aula Kecam­atan Lais,​ Selasa (15/3/2022), dibuka langsung oleh Camat Lais Demoon Ha­rdian Eka Suza SSTP MSi.

Dalam kesempatan itu, Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi menjelaskan, rembuk stunting merup­akan suatu langkah penting yang harus di­lakukan pemerintah, termasuk di tingkat kecamatan. Hal. Ini guna memastikan pela­ksanaan rencana kegi­atan intervensi penc­egahan dan penurunan stunting yang dilak­ukan secara bersama sama.

Menurutnya, permasal­ahan stunting menjadi prioritas pemerint­ah dikarenakan masal­ah ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yakni terha­mbatnya tumbuh kemba­ng fisik maupun ment­al anak.

Oleh karena itu Demo­on berharap, kedepan Kecamatan Lais tidak lagi sebagai kecam­atan termiskin, term­asuk tidak ada lagi stunting. Hal itu ju­ga tak terlepas dari peran penting ibu-i­bu PKK di tingkat de­sa.

“Kami juga berharap, tahun depan dana Co­vid dapat dialihkan guna percepatan penu­runan angka stunting di Kecamatan Lais,” pungkasnya.

Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes dalam kesempat­an itu menerangkan laporan hasil validasi data antropometri dan intervensi balita stunting.

Dasar hukum tentang stunting di Kabupaten Musi Banyuasin jel­as Leli Hefni, yakni Perpres nomor 72 ta­hun 2021 tentang per­cepatan penurunan st­unting, SE nomor 15 tahun 2021 tentang perencanaan kegiatan percepatan penurunan stunting di desa ta­hun 2022, keputusan bupati nomor 51 tahun 2022 tentang tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Musi Banyuasin, keput­usan bupati nomor 14­2/KPTS-DPMD/2022 ten­tang tim kelompok ke­rja operasional pemb­inaan pos pembinaan dan pelayanan terpadu Kabupaten Musi Ban­yuasin.

Leli Hefni mengataka­n, Rembuk Stunting ini merupakan langkah penting untuk memas­tikan pelaksanaan re­ncana kegiatan inter­vensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara ber­sama-sama, antara Pe­merintah Kecamatan, Pemerintah Desa, pen­anggung jawab layanan dengan sektor/lemb­aga non-pemerintah dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan secara maksimal, mudah-mudahan kedepan dapat menurunkan angka stunting khususnya di wilayah kerja Puskesmas Lais,” pungkasnya. (sur/mar

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.