Liputansumatera.com
Tegas dan Lugas
muba sejahtera
Banyuasin

Pencemaran Sungai Dampak Ilegal Drilling, Sekda Muba Surati KLHK

130

MUBA, LS –  Aktifitas penambangan minyak secara tradisional di area sekitar aliran Sungai Dawas Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin saat ini telah berdampak ke pencemaran Sungai Dawas.

Berdasarkan informasi, hingga Selasa (25/6/2024) siang sudah sepanjang 10 kilometer di Sungai Dawas tercemar dampak dari meluing-nya atau natural flow sumur minyak.

“Sekarang tugas utama kita fokus agar tidak terus meluas, harus kita bersihkan. Segera kita surati Kementerian LHK minta bantuan turun tangan ikut membersihkan Sungai Dawas dan Sungai Parung,” ungkap Sekda Apriyadi Mahmud saat Rapat Tindak Lanjut Kebakaran Sumur Minyak Masyarakat dan Semburan Minyak ke Sungai Dawas di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (25/6/2024).

Lanjutnya, meskipun keterbatasan kebijakan terkait penanganan tersebut, namun pencegahan agar tidak meluas yang paling utama untuk dilakukan.

“Sekarang siapa lagi yang mau ambil keputusan, jadi kita kompak saja inisiatif demi masyarakat. Kita memang terbatas, karena semua kebijakan ada di pemerintah pusat,” ungkap Apriyadi.

“Kita lakukan lokalisir semua aktifitas pengeboran minyak disana, stop semua aktifitas,” tambahnya.

Apriyadi khawatir, apabila ini tidak maksimal ditangani akan meluas dan berdampak tidak baik kepada masyarakat. “Kalau kita terus berbicara soal tanggung jawab tidak akan tuntas, prinsipnya jangan sampai ini meluas ke perairan internasional,” bebernya.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Imam Safii SIK MSi mengatakan, beberapa waktu belakangan tidak hanya berdampak pencemaran ke sungai tetapi juga menimbulkan kebakaran akibat semburan minyak.

“Tidak hanya berdampak ke pencemaran sungai, tapi beberapa waktu lalu ada empat titik sumur minyak yang terbakar dan telah berhasil dipadamkan, namun sekarang pencemaran ke Sungai Dawas tak bisa dielakan,” jelasnya.

Imam meminta, agar pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Pusat sebagai pengambil keputusan segera mengambil kebijakan serius untuk penanganan bencana ini.

“Yang paling penting saat ini melakukan pencegahan dan pembersihan minyak yang sudah mencemari Sungai Dawas dan Sungai Parung hingga 10 kilometer di sepanjang sungai,” imbuhnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto SPsi MHan, Asisten I Setda Muba Yudi Herzandi SH MH, Dirteknik dan Safety Ditjen Migas Kementerian ESDM Adit, Kepala SKK Migas Sumbagsel Anggono, Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sumsel Ariansyah ST MT. (sur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.